Tips Sehat Untuk Orang Tua yang Puasa

Ketika seseorang sudah berusia lanjut, banyak yang mengkhawatirkan kesehatan fisiknya saat berpuasa di bulan Ramadan. Sebetulnya, hal ini tidak usah dicemaskan kalau para orang tua tetap bisa mempertahankan berat badan, bersemangat sehari-harinya, serta mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, baiknya simak beberapa tips puasa sehat untuk orang lanjut usia di bawah ini.

Orang Tua yang Puasa

Tips sehat untuk orang tua yang puasa

Menurut National Resource Center on Nutrition, Physical Activity and Aging, 1 dari 4 orang tua di dunia mengalami gizi buruk sehari-harinya. Apalagi jika menjalankan ibadah puasa, malnutrisi pada orang tua ini bisa berisiko untuk mengalami kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan. Hal ini dapat melemahkan otot dan tulang para lansia.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi orang lanjut usia, disarankan untuk makan makanan yang kaya serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya. Batasi makanan yang mengandung gula olahan tinggi, lemak, dan garam. Para manula mungkin juga harus menyesuaikan cara berpuasa untuk mencegah terjadinya kondisi kesehatan yang buruk. Berikut ini, merupakan tips dan asupan yang harus diperhatikan:

1. Fokus pada makanan bergizi
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kalori orang lanjut usia mungkin akan menurun, sementara kebutuhan nutrisinya tetap sama atau bisa jadi meningkat. Mengonsumsi makanan kaya nutrisi akan membantu orang tua untuk mendapatkan vitamin, mineral, protein, karbohidrat, dan lemak yang dibutuhkan. Beberapa contoh makanan kaya nutrisi yang bisa dikonsumsi:


  • Sayuran dan buah-buahan
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Susu rendah lemak
  • Makanan berprotein tanpa lemak
  • Batasi makanan yang tinggi kalori, namun rendah nutrisi. Misalnya, tidak makan gorengan saat buka puasa dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis mengandung gula.


2. Makan makanan berserat
Serat pada tubuh sangat dibutuhkan untuk sistem pencernaan yang sehat. Untuk menghindari sembelit dan masalah lainnya, sajikan makanan kaya serat pada setiap makanan sahur dan berbuka. Selain itu, serat larut sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol sehat bagi para orangtua. Contoh, Anda bisa mengonsumsi bubur gandum, kacang-kacangan dan buah selama waktu sahur.

3. Disarankan untuk minum suplemen
Saat orang tua puasa, mungkin sedikit lebih sulit untuk mendapatkan nutrisi, mengingat pola dan jam makannya berubah. Baiknya, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi perihal harus atau tidaknya mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral, seperti kalsium, vitamin D, magnesium, atau vitamin B-12.

Vitamin- vitamin spesifik ini, sering kali kurang terserap atau tidak cukup didapatkan oleh yang sudah lanjut usia. Namun sayangnya, beberapa suplemen dapat mengganggu jika seseorang sedang menjalani pengobatan tertentu. Tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang potensi efek samping, dan dosis sebelum meminum suplemen.

4. Minum air yang cukup
Biasanya orang tua tidak memperhatikan kondisi tubuh yang haus kekurangan mineral. Nah, saat orangtua puasa, pastikan untuk minum air atau cairan sehat lainnya secara cukup. Usahakan juga untuk minum delapan gelas atau 2 liter air setiap harinya. Mineral dan air juga bisa didapatkan dari minuman seperti jus, teh, sup, atau bahkan buah dan sayuran yang mengandung air.

5. Tetap bersosialisasi
Selain memenuhi kebutuhan fisik, baiknya kebutuhan dan kebahagian mental saat orangtua puasa juga dipenuhi. Cobalah untuk melakukan interaksi sosial dengan sahur atau buka bersama bersama kerabat, ngabuburit bersama teman-teman lanjut usia, dan masih banyak kegiatan lain yang bersifat sosialisasi. Dengan adanya interaksi sosial, orang tua bisa mengubah makna puasa menjadi suatu hal yang menyenangkan, dan bukan menjadi beban atau sekadar menahan rasa lapar yang wajib dilaksanakan.